Marabahan, KP - Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola),
menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun
2011 tingkat Kabupaten setempat, Kamis (18/3), di Aula Selidah
Marabahan.
Musrenbang yang diselenggarakan Bappeda Batola
tersebut, dihadiri Bupati H Hasanuddin Murad, Ketua DPRD H Husain
Akhmad, unsur Muspida, Wabup H Sukardhi, para wakil ketua dan anggota
DPRD Batola, Sekda Ir Supriyono, para asisten, staf ahli, Kepala
Bappeda Provinsi Kalsel diwakili Kasubbid Pengendalian Ir Endang
Syamsudin MSi, Ketua Bappeda Batola Ir H Rahimul Yakin MSi, para
pimpinan SKPD, camat di lingkup Pemkab Batola, kades/lurah.
Bupati
Batola H Hasanuddin Murad, saat membuka Musrenbang mengatakan, tahun
anggaran 2011 merupakan tahun keempat bagi dirinya dan Wabup H Sukardhi
diberi kepercayaan untuk memimpin Kabupaten Batola guna
menyelenggarakan pemerintahan sampai tahun 2012.
``Hal ini,
memberikan makna bahwa kegiatan pembangunan yang diproyeksikan pada
tahun 2011, harus menjadi langkah berkesinambungan yang menjadi tahun
evaluasi utama atas rencana capaian kinerja lima tahunan yang telah
ditetapkan sebelumnya,’’ ujarnya.
Kinerja dimaksud. Sambungnya,
merupakan hasil komulatif dari kegiatan pembangunan tahun 2008, tahun
2009, dan tahun 2010 yang sekaligus akan melengkapi kekurangaan atas
target kinerja yang telah diproyeksikan dalam kurun waktu sampai dengan
akhir pembangunan jangka menengah di tahun 2012.
Terkait dengan itu, Bupati Hasan, dalam arahannya mengharapkan
setiap
rumusan perencanaan pembangunan yang diformulasikan dalam Musrenbang,
tidak terlepas dari runtutan rangkaian pola pikir, berupa proyeksi
substansi visi dan misi menjadi program dan kegiatan pembangunan yang
lebih rinci.
Selain itu, pembahasan Musrenbang hendaknya tetap
mengacu kepada pencapaian visi berupa 5 butir misi yang dirumuskan
yakni pencapaian pembangunan infrastruktur perdesaan yang komprehensif
dan terpadu, reformasi pemerintahan menuju tata kelola pemerintahan
yang baik ({Good Governance}), peningkatan kualitas SDM dari berbagai
sektor dan layanan, melaksanakan pembangunan daerah yang responsif
terhadap aspirasi masyarakat melalui adaptasi partisipasi berbagai
pihak, serta membangun akses dan jaringan kerjasama di berbagai sektor.
Bupati
Hasan mengharapkan, dalam Musrenbang tidak mengenal diskriminasi dalam
meloloskan dan meluluskan kegiatan pembangunan beserta anggarannya.
``Oleh sebab itu, untuk mengakomodasikan usulan kegiatan pembangunan
hendaknya diperhatikan aspek-aspek yang terkait dengan penentuan skala
prioritas yang ditinjau dari aspek sosiopolitik, teknologi,
partisipasi, serta aspek {{bottom up dan top down}},’’ pesan bupati.
Disarankannya,
prioritas pembangunan agar selalu diorientasikan pada sektor perdesaan,
diproyeksikan bagi aktivitas perekonomian masyarakat desa melalui
fasilitasi akses sumber daya produktif yang sekaligus merupakan upaya
pembangunan sumber daya manusia.
Sementara itu, Ketua DPRD
Batola H Husain Akhmad mengatakan, aspirasi masyarakat sangat berguna
dalam penyusunan Musrenbang, karena merupakan informasi serta masukan
bagi pemerintah dalam menentukan arah dan langkah kebijakan yang akan
diambil, sehingga pembangunan benar-benar tepat guna dan tepat sasaran.
``Aspirasi
serta usulan masyarakat perlu mendapat perhatian dalam penyusunan
program dan kegiatan pembangunan, agar masyarakat ikut terlibat dan
merasa memiliki serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan pemerintah,’’
harapnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel melalui Kasubbid
Pengendalian Ir Endang Syamsudin MSi, memberikan beberapa pandangan
yang dapat dijadikan pertimbangan dalam penyusunan prioritas
pembangunan.
Beberapa pandangan tersebut diantaranya ditinjau
dari aspek kinerja pembangunan manusia yang diukur dari IPM tahun 2008,
aspek PDRB perkapita tahun 2007, di mana Batola berada di peringkat 12
dari 13 kabupaten/kota, aspek angka kemiskinan tahun 2008, Batola
berada di peringkat 9 dari 13 kabupaten/kota, aspek pertumbuhan
ekonomi, serta sejauhmana pelayanan publik dan prasarana dasar
masyarakat telah terpenuhi. (K-6)
|